Rabu, 08 Mei 2013

ASKEB NEONATUS


BAYI BARU LAHIR
Mimik Jati Hartani
 
1.         Pengertian Masa Neonatal
Bayi baru lahir umur 0 - 4 minggu sesudah lahir. Terjadi penyesuaian sirkulasi dengan keadaan lingkungan, mulai bernafas dan fungsi alat tubuh lainya. Berat badan dapat turun sampai 10 % pada minggu pertama kahidupan yang dicapai lagi pada hari ke empat belas.  (FKUI,  2005).
2.         Penanganan Bayi Baru Lahir
Menurut Mochtar, Rustam. 1998
a.       Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut, hidung, dan mata dengan kapas atau kasa steril.
b.      Jam lahir dicatat dengan stop-watch.
c.       Lendir dihisap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki dalam posisi sedikit ekstensi, supaya lendir mudah keluar.
d.      Tali pusat diikat dengan baik dan bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan klem jepit plastik atau diikat dengan pita atau benang tali pusat.
e.       Segera setelah lahir, bayi yang sehat akan menangis kuat, bernapas, serta menggerakkan tangan dan kakinya, kulit akan bewarna kemerahan.
f.       Bayi dimandikan dan dibersihkan dengan air hangat-hangat kuku dari lumuran darah, air ketuban, mekonium, dan vernik kaseosa. Adapula yang membersihkannya dengan minyak kelapa atau minyak zaitun.
g.       Jangan lupa menilai bayi dengan nilai Apgar.
h.      Bayi ditimbang berat badanya dan diukur panjang badan lahirnya kemudian dicatat dalam status.
i.        Perawatan mata bayi : mata bayi dibersihkan, kemudian diberikan obat untuk mencegah Blenorrhoe.
j.        Diperiksa juga anus, genetalia eksterna, dan jenis kelamin pada bayi. Pada bayi laki-laki, periksa apakah ada femosis dan apakah descensus testiculorum telah lengkap. Di beberapa Negara barat, pada bayi laki-laki segera dilakukan sirkumsisi, apalagi jika terdapat fimosis.

3.         Tanda-Tanda Bayi Baru Lahir Normal
Menurut Prawiroharjo, sarwono. 2002
a.       Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180/menit yang kemudian turun sampai 140/menit – 120/menit pada waktu bayi berumur 30 menit.
b.      Pernapasan cepat pada menit-menit pertama (kira-kira 80/menit) disertai dengan pernapasan cuping hidung, retraksi suprastenal dan intercostals, serta rintihan hanya berlangsung 10 sampai 15 menit.
c.       Nilai apgar 7-10 (Lihat tabel Apgar Score).
d.      Berat badan 2500 gram- 4000 gram.
e.       Panjang badan lahir 48-52 cm.
f.       Lingkar kepala 33-35cm.
g.      Lingkar dada 30-38 cm.
h.      Reflek isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik.
i.        Reflek moro sudah baik, apabila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan memeluk.
j.        Grasping reflek sudah baik, apabila diletakan suatu benda di atas telapak tangan, bayi akan mengengam.
k.      Genatalia : labia mayora sudah menutupi labia minora ( pada perempuan).
Testis sudah turun di scortum (pada laki-laki).
l.        Eliminasi : baik urin, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama.mekonium bewarna coklat kehijauan.











Tabel Nilai Apgar
Skor
0
1
2
1.    Apperence color/warna kulit
2.    Pulse/frekuensi jantung
3.    Grimace/reaksi terhadap rangsangan
4.    Activity / tonus otot
5.    Respiratori/usaha nafas
Pucat

tidak ada

tidak ada


lumpuh

tidak ada
Badan merah, ektrimitas biru
Dibawah 100

Sedikit gerakan mimik

Ekstrimitas dalam fleksi sedikit
Lemah, tidak teratur
Seluruh tubuh kemerah-merahan
Di atas 100

Menangis, batuk bersin

Gerakan aktif

Menangis kuat

4.         Perubahan-Perubahan Yang Segera Terjadi Sesudah Kelahiran
Menurut Prawiroharjo, sarwono. 2002
a.       Gangguan metabolisme karbohidrat.
Oleh karena kadar gula darah tali pusat yang  65 mg/100 ml akan menurun menjadi 50 mg / 100 ml dalam waktu 2 jam sesudah lahir, energi tambahan yang diperlukan neonatus pada jam pertama sesudah lahir di ambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 mg/ 100 ml. Bila hal tersebut tidak terpenuhi, maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemi.
b.       Gangguan umum.
Sesaat sesudah bayi lahir suhu tubuh akan turun 20 c dalam waktu 15 menit melalui evaporasi, konvensi dan radiasi. Suhu lingkungan yang tidak baik  ( bayi tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya sekitar 360 c – 370 c) akan menyebabkan bayi menderita hipotermi.
c.       Perubahan System Pernapasan.
Pernapasan pada bayi normal terjadi dalam 30 detik sesudah kelahiran. Pernapasan ini timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainya. Seperti sentuhan dan perubahan suhu di dalam uterus dan di luar uterus.
Tekanan rongga dada bayi pada waktu melalui jalan lahir pervaginam mengakibatkan bahwa paru-paru yang pada janin normal cukup bulan mengandung 80 sampai 10 ml cairan, kehilangan 1/3 dari cairan ini. Sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara. Paru-paru berkembang, sehingga rongga dada kembali pada bentuk semula.
d.       Perubahan System Sirkulasi.
Dengan berkembangnya paru-paru, tekanan 02 dalam alveoli meningkat,  co2 turun sehingga aliran darah ke paru meningkat. Ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arterious menutup. Dengan dipotongnya tali pusat, aliran darah dari plasenta melalui vena kava inferior dan foramen ovale ke atrium kiri terhenti. Dengan diterimanya darah oleh atrium kiri dari paru-paru, tekanan di atrium kiri menjadi lebih tinggi daripada tekanan di atrium kanan. Ini menyebabkan foramen ovale menutup. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.
e.        Perubahan Lain.
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi.
5.             Penilaian Bayi Untuk Tanda-Tanda Kegawatan.
Menurut Saifudin. 2002 semua bayi baru lahir harus dinilai adanya tanda-tanda kegawatan / kelainan yang menunjukan suatu penyakit.
Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda-tanda berikut.
a.    Sesak nafas.
b.    Frekuensi pernapasan 60 kali / menit.
c.    Gerak retraksi di dada.
d.   Malas minum.
e.    Panas atau suhu badan bayi rendah.
f.     Kurang aktif.
g.    Berat lahir rendah ( 1500-2500 gram) dengan kesulitan minum.
6.         Perawatan Bayi Sehari-hari.
Menurut Prawiroharjo, Sarwono. 2002
a      Mata bayi harus selalu diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi
mata dan muka sebaiknya diseka dengan air steril. Muka sebaiknya diseka setiap sesudah minum susu.
b      Mulut diperiksa untuk melihat kemungkinan infeksi kandida ( oral trus).
Bila ditemukan, hendaknya segera diobati dengan larutan gentian violet 1% yang baru dibuat atau dengan larutan Nystatin yang langsung diteteskan ke mulut bayi.
c      Kulit, terutama di lipatan (paha, leher, belakang telingga, ketiak),harus selalu bersih dan kering.
d     Tali pusat, pada umumnya tali pusat akan puput pada waktu bayi berumur 6-7 hari. Bila tali pusat belum puput maka setiap sesudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan dengan betadine atau alcohol 70 %.
e      Kain popok harus segera diganti setiap kali basah karena air kencing/ tinja. Pantat bayi dibersihkan dengan air bersih dan dikeringkan. Bila pantat terinfeksi, sebaiknya air pembersih pantat ditambah dengan zat septik.
f       Sebelum tali pusat lepas, debaiknya bayi diseka dengan air bersih
tapi karena kepercayaan, adat bayi harus dimandikan sejak lahir, maka sebaiknya ia dimandikan pada waktu berumur 6 jam.
7.         Praktik Memandikan Bayi
Menurut pelatihan Asuhan Persalinan Normal. 2007, yaitu:
a.        Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir sebelum memandikan bayi.
b.      Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil ( suhu aksila antara 36,50c – 37,5oc). jika suhu tubuh bayi masih dibawah   36,5 c, selimuti kembali tubuh bayi dan tempatkan bersama ibunya. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam waktu satu jam.
c.        Tunda untuk memandikan bayi jika bayi mengalami masalah pernapasan .
d.      Pastikan ruangan hangat.
e.        Mandiakna bayi secara tepat dengan air bersih dan hangat.
f.        Segera keringkan bayi dengan handuk bersih dan kering.
g.      Selimuti tubuh bayi secara longgar. Pastikan kepala bayi diselimuti dengan topi bayi.
h.       Ibu dan bayi disatukan ditempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya.  
8.         Merawat Tali Pusat
Menurut Pelatihan Asuhan Persalinan Normal. 2007
a.       Jangan membungkus puting tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke putung tali pusat.
b.      Menggoleskan alkohol atau bethadine (terutama jika memotong tali pusat terjamin DTT atau steril ) masih diperkenankan tetapi tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat basah / lembab.
c.       Lipat popok di bawah putung tali pusat.
d.      Jika putung tali pusat kotor, bersuhkan hati-hati dengan air DTT dan sabun segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih.
e.       Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya.
f.       Jika pangkal tali pusat ( pusat bayi ) menjadi merah, mengeluarkan nanah atau darah, segera rujuk bayi ke fasilitas yang dilengkapi perawatan untuk bayi baru lahir .
9.         Konsep Inisiasi menyusui dini.
Inisiasi menyusui dini ( IMD ) merupakan program yang sangat gencar dianjurkan pemerintah. Menyusu atau bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibu. Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakan bayi yang baru lhir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan putting susu ibu untuk menyusu. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu.
Tahapanya adalah setelah bayi diletakan, dia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, maka kemungkinan saat pertama kali di dada ibu, bayi belum bereaksi. Kemudian berdasarkan bau yang dicium dari tanganya, ini membantu dia menemukan putting susu ibu. Dia akan merangkak naik dengan menekankan kakinya pada perut ibu. Bayi akan menjilati kulit ibunya yang mengandung bakteri baik sehingga kekebalan bayi dapat bertambah. Dalam IMD ini bayi tidak boleh diberikan bantuan, bayi dibiarkan menyusu sendiri.
Manfaat inisiasi menyusu dini (Paramita, rahadian.2008)
Untuk ibu :
1.        Meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi.
2.        Merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi resiko perdarahan sesudah melahirkan.
3.        Memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi.
4.        Mengurangi stess ibu setelah melahirkan.
Untuk bayi :
1.      Mempertahankan suhu bayi agar tetap hangat.
2.      Menenangkan ibu dan bayi serta meregulasi pernapasan dan detak jantung.
3.      Kolonisasi bakterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri badan ibu yang normal.
4.      Mengurangi bayi menanggis sehingga mengurangi stress dan tenaga yang dipakai bayi.
5.      Memungkinkan bayi untuk menemukan sendiri payudara ibu untuk mulai menyusu.
6.      Mengatur tingkat kadar gula dalam darah dan biokimia lain dalam tubuh bayi.
7.      Mempercepat keluarnya mekonium ( kotoran bayi bewarna hijau agak kehitaman yang pertama keluar dari bayi karena meminum air ketuban ).
8.      Bayi akan terlatih motoriknya saat menyusu, sehingga menggurangi kesulitan menyusu.
9.      Membantu perkembangan persarafan bayi ( nervous sistem ).
10.   Memperoleh kolotrum yang sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan bayi.
11.  Mencegah terlewatnya puncak “ reflek menghisap” pada bayi yang terjadi 20-30 menit setelah lahir. Jika bayi tidak disusui, reflek akan berkurang cepat, dan hanya muncul kembali dalam kadar secukupnya 40 jam kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar